Post#89006 Dikirim: Fri Jul 02, 2010 10:22 am Balas dengan kutipan

Renungan harian

Syallom!

Berulangkali mengunjungi subforum Kristen, tapi kok belum ada yang ngisi ya...
Ni gw buat thread renungan harian, buat penyegaran dan menambah semangat trading. Meski gw masih baru , fresh from the oven di forum ini, tapi ga masalah kan...
buat agan agan yang lain, mari yukk, diramaikan thread ini, carilah Tuhan, baru rejeki yang akan datang mendekatimu... SETUJU ???

mercy17

Pembaca

Pembaca

Sejak: 27 Oct 2009

Post: 7

Post#89007 Dikirim: Fri Jul 02, 2010 10:32 am Balas dengan kutipan

TERSENYUMLAH, sambut hari ini dengan penuh sukacita, karena TUHAN punya 4 hadiah buat kita:
- Sebuah cahaya untuk setiap kegelapan
- Sebuah rencana untuk setiap hari esok
- Sebuah jalan keluar untuk setiap masalah
- Sebuah kebahagiaan untuk setiap kesedihan

percayalah DIA selalu memberi yang terbaik buat kita yang sungguh2 mengasihi Tuhan (Yoh 14:15-31)

Selamat beraktivitas, tetap semangat, TUHAN YESUS pasti selalu menyertai kita! 035.gif

mercy17

Pembaca

Pembaca

Sejak: 27 Oct 2009

Post: 7

Post#89065 Dikirim: Tue Jul 06, 2010 7:46 am Balas dengan kutipan

Di manakah rasa aman/ketenangan/ketentraman/damai Anda berada?
Bila kita tidak dapat mengetahuinya.........
Apakah Tuhan Yesus menjadi tempat perlindungan Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjaditempat persembunyian Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjadi kubu Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjadigembala Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjadi pembimbing Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjaditeman Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjadi Penebus Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjadi penyelamat Anda?
Apakah Tuhan Yesus menjadipanduan Anda?
Jika Ya adalah jawaban atas semuanya,
Anda tidak perlu mencari lebih jauh untuk rasa aman/ketenangan/ketentraman/damai Anda.

“Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” ( Matius 11:28 )

abee

Honey....Money.....Sweetly.
Top Kontributor

Top Kontributor

Sejak: 17 May 2007
Lokasi: In front of my Charts
Post: 559

Post#89086 Dikirim: Wed Jul 07, 2010 11:22 am Balas dengan kutipan

Be Positive (True Story)

Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikkan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:8.
Seorang janda miskin Siu Lan, punya anak berumur 7 tahun, bernama Lie Mei. Kemiskisnan membuat Lie Mei harus membantu ibunya, berjualan kue di pasar. Karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja dengan ibunya.
Pada suatu musim dingin, saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sudah rusak. Dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk menunggu dirumah, karena ia akan membeli keranjang baru.
Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei dirumah, Siu Lan langsung marah, pikirnya, putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah tapi masih juga pergi main-main, pada hal tadi sudah dipesan agar menunggu dirumah. Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kuenya. Dan sebagai hukuman, pintu rumahnya dikunci dari luar, agar Lie Mei tidak dapat masuk kedalam rumah, dengan pikiran putrinya harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Sepulang dari jualan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei gadis kecil itu tergeletak didepan pintu rumahnya. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei dengan tubuh yang sudah membeku dan sudah tidak bernyawa lagi, jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis, meraung-raung tapi Lie Mei tetap tidak bergerak.
Dengan segera Siu Lan menggendong Lie Mei dan membawa masuk kedalam rumah. Siu Lan mengguncang-guncang tubuh beku putri kecilnya. Sambil meneriakkan nama Lie Mei berulang-ulang, tiba-tiba sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei, Siu Lan mengambil bingkisan kecil itu dan membuka isinya, isinya sebuah bingkisan kecil yang dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tapi masih bisa dibaca:" Mama pasti lupa ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah , uang ku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar, mama selamat hari ulang tahun ya...aku mengasihi dan mencintai mama.
Sering kali, kita menerapkan kedisplinan tanpa kita melihat situasi yang terjadi dan meminta hikmat dari Tuhan, apakah yang aku terapkan untuk anakku itu sudah benar atau tidak. Biarlah kita menjadi orang tua yang menyerahkan anak kita pada Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita percaya bahwa Tuhan agar menjaga langkah hidup anak kita, bukan dengan peraturan yang akhirnya malah mencelakakan anak kita sendiri.

Source: Harian Xia Wen Pao
Nyomot dari dini

abee

Honey....Money.....Sweetly.
Top Kontributor

Top Kontributor

Sejak: 17 May 2007
Lokasi: In front of my Charts
Post: 559

Post#90014 Dikirim: Thu Nov 04, 2010 1:32 pm Balas dengan kutipan

ngeluuuuhhhh

"Bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkilah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan." Bil. 11:1.
"Mengapa orang hidup mengeluh?..." Rat. 3:39.
"... engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu,..." Ams. 6:2.

Di sebuah kantor ada gadis muda, yang bernama Ngo Mel An, yang hidupnya terus menerus mengeluh bahwa ia tidak memperoleh cukup uang, tidak mampu beli Blackberry, mobil dan baju baru yang ia inginkan, dan ia tidak pernah bisa menabung, rasanya hidupnya selalu diselimuti ketidakberuntungan.

Si konselor berkata kembali, "Pekerjaan Anda yang bergaji rendah mungkin merupakan satu masalah dan bos Anda mungkin menuntut terlalu banyak pekerjaan untukmu, tapi kalau Anda terus-menerus menggerutu dan kesal seperti ini, Anda lebih merugikan diri Anda sendiri daripada pekerjaan atau bos Anda."


"Trus gimana? Apa yang bisa saya lakukan?" tanya Ngo Mel An. Si konselor berkata, "Anda tidak dapat mengendalikan bos atau pekerjaan Anda, tapi Anda dapat mengendalikan bagaimana perasaan Anda tentang mereka. Ubahlah sikap Anda."


SI Ngo Mel An mengikuti nasihat konselor itu. Saat ia berhenti ngelu...uuhh! tentang kehidupannya, ia berhenti ngelu...uuhh! tentang pekerjaannya, bosnya dan nasibnya... Orang-orang di sekitarnya mulai melihat dan memperhatikannya. Sikapnya mulai berubah. Dalam kurun waktu tertentu ia sudah dapat promosi dengan karir dan pekerjaan yang barunya. Ia dapat melayani customer dan pemasaran dengan lebih baik, sehingga omzet perusahaan meningkat. Dan dalam beberapa bulan, ia sudah mendapat promosi ke sebuah posisi cukup tinggi dan tentunya dengan gaji yang lebih besar. Mulailah ia setapak demi setapak dapat mewujudkan impian-impiannya.

THINGS TO LEARN:


Cerita di atas, memang saya buat sesederhana itu, agar Renungannya gak panjang. Namun realitanya, sering kita menjumpai keluarga kita, rekan kantor/gereja, teman dekat atau bahkan diri kita sendiri dengan kondisi sikap NGELU...UUHH! seperti si Ngo Mel An itu. Bahkan sebagian orang menjalani hidup dengan NGELU...UUHH! bertahun-tahun... MENGERIKAN!!!


Saya punya pengalaman pribadi saat masih bekerja di perusahaan yang lama. Saya mempunyai seorang teman yang mirip si Ngo Mel An itu. Kami memulai karir dengan level/jabatan yang sama. Tapi teman saya tersebut tiap hari hanya mengeluh mengenai nasibnya, pekerjaannya, bosnya, distributornya, customernya atau apa aja deh yang bisa dingeluhkan - seolah-olah lingkungannya itu serba salah. Dia tidak pernah berubah dan berpikir untuk maju. Semua masalah selalu ditanggapi dengan sikap negatif dan NGELU...UUHH! Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun dia bersungut-sungut (terjerat dalam perkataan mulutnya). Sampai suatu waktu, karena sikap saya berbeda dengan teman saya tersebut dan oleh karena Anugerah Tuhan, saya mendapat promosi dan dipercaya mengolah sebuah perusahaan yang lain dengan kepercayaan yang lebih luas, tetapi teman saya tersebut tetap dengan level yang sama. Dan akhirnya, suatu ketika saya mendengar berita bahwa teman saya tersebut dikeluarkan dengan status yang kurang baik. Itu semua berawal dari sikapnya: bersungut-sungut!!!


Sering kita juga cenderung untuk memikirkan hal-hal yang negatif dan bersungut-sungut daripada berpikir positif dan bersyukur. Sama seperti bangsa Israel yang suka bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkilah murka-Nya! Padahal mereka telah mengalami keajaiban demi keajaiban dari Tuhan, mengalami pemeliharaan dari Tuhan selama menempuh perjalanan melalui padang gurun yang ganas, namun mereka terus-menerus mengeluh. Memang kehidupan kita tidak lepas dari masalah. Namun, masalah kita bukan masalah kita, bagaimana masalah kita mempengaruhi kita - SIKAP KITA - adalah masalah kita. Atasilah itu, maka masalah kita tidak akan menjadi masalah.


Ingat: Mengeluh/ngomel/bersungut-sungut adalah suatu keadaan sikap. Jika suatu keadaan sikap berubah, maka akan mengubah keadaan sekelilingnya juga.

mercy17

Pembaca

Pembaca

Sejak: 27 Oct 2009

Post: 7

Post#90026 Dikirim: Mon Nov 08, 2010 7:40 am Balas dengan kutipan

Laughing Laughing Laughing Laughing Laughing

ziman398

NGUPOYO UPO
Top Kontributor

Top Kontributor

Sejak: 25 Jan 2008

Post: 4012

Post#90064 Dikirim: Sat Nov 13, 2010 3:06 pm Balas dengan kutipan

Re: ngeluuuuhhhh

mercy17 wrote:
"Bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkilah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan." Bil. 11:1.
"Mengapa orang hidup mengeluh?..." Rat. 3:39.
"... engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu,..." Ams. 6:2.

Di sebuah kantor ada gadis muda, yang bernama Ngo Mel An, yang hidupnya terus menerus mengeluh bahwa ia tidak memperoleh cukup uang, tidak mampu beli Blackberry, mobil dan baju baru yang ia inginkan, dan ia tidak pernah bisa menabung, rasanya hidupnya selalu diselimuti ketidakberuntungan.

Si konselor berkata kembali, "Pekerjaan Anda yang bergaji rendah mungkin merupakan satu masalah dan bos Anda mungkin menuntut terlalu banyak pekerjaan untukmu, tapi kalau Anda terus-menerus menggerutu dan kesal seperti ini, Anda lebih merugikan diri Anda sendiri daripada pekerjaan atau bos Anda."


"Trus gimana? Apa yang bisa saya lakukan?" tanya Ngo Mel An. Si konselor berkata, "Anda tidak dapat mengendalikan bos atau pekerjaan Anda, tapi Anda dapat mengendalikan bagaimana perasaan Anda tentang mereka. Ubahlah sikap Anda."


SI Ngo Mel An mengikuti nasihat konselor itu. Saat ia berhenti ngelu...uuhh! tentang kehidupannya, ia berhenti ngelu...uuhh! tentang pekerjaannya, bosnya dan nasibnya... Orang-orang di sekitarnya mulai melihat dan memperhatikannya. Sikapnya mulai berubah. Dalam kurun waktu tertentu ia sudah dapat promosi dengan karir dan pekerjaan yang barunya. Ia dapat melayani customer dan pemasaran dengan lebih baik, sehingga omzet perusahaan meningkat. Dan dalam beberapa bulan, ia sudah mendapat promosi ke sebuah posisi cukup tinggi dan tentunya dengan gaji yang lebih besar. Mulailah ia setapak demi setapak dapat mewujudkan impian-impiannya.

THINGS TO LEARN:


Cerita di atas, memang saya buat sesederhana itu, agar Renungannya gak panjang. Namun realitanya, sering kita menjumpai keluarga kita, rekan kantor/gereja, teman dekat atau bahkan diri kita sendiri dengan kondisi sikap NGELU...UUHH! seperti si Ngo Mel An itu. Bahkan sebagian orang menjalani hidup dengan NGELU...UUHH! bertahun-tahun... MENGERIKAN!!!


Saya punya pengalaman pribadi saat masih bekerja di perusahaan yang lama. Saya mempunyai seorang teman yang mirip si Ngo Mel An itu. Kami memulai karir dengan level/jabatan yang sama. Tapi teman saya tersebut tiap hari hanya mengeluh mengenai nasibnya, pekerjaannya, bosnya, distributornya, customernya atau apa aja deh yang bisa dingeluhkan - seolah-olah lingkungannya itu serba salah. Dia tidak pernah berubah dan berpikir untuk maju. Semua masalah selalu ditanggapi dengan sikap negatif dan NGELU...UUHH! Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun dia bersungut-sungut (terjerat dalam perkataan mulutnya). Sampai suatu waktu, karena sikap saya berbeda dengan teman saya tersebut dan oleh karena Anugerah Tuhan, saya mendapat promosi dan dipercaya mengolah sebuah perusahaan yang lain dengan kepercayaan yang lebih luas, tetapi teman saya tersebut tetap dengan level yang sama. Dan akhirnya, suatu ketika saya mendengar berita bahwa teman saya tersebut dikeluarkan dengan status yang kurang baik. Itu semua berawal dari sikapnya: bersungut-sungut!!!


Sering kita juga cenderung untuk memikirkan hal-hal yang negatif dan bersungut-sungut daripada berpikir positif dan bersyukur. Sama seperti bangsa Israel yang suka bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkilah murka-Nya! Padahal mereka telah mengalami keajaiban demi keajaiban dari Tuhan, mengalami pemeliharaan dari Tuhan selama menempuh perjalanan melalui padang gurun yang ganas, namun mereka terus-menerus mengeluh. Memang kehidupan kita tidak lepas dari masalah. Namun, masalah kita bukan masalah kita, bagaimana masalah kita mempengaruhi kita - SIKAP KITA - adalah masalah kita. Atasilah itu, maka masalah kita tidak akan menjadi masalah.


Ingat: Mengeluh/ngomel/bersungut-sungut adalah suatu keadaan sikap. Jika suatu keadaan sikap berubah, maka akan mengubah keadaan sekelilingnya juga.


Ya , benar....... Mengeluh tidak dapat menyelesaikan masalah . Itu bukanlah Jalan keluar / solusi dari suatu permasalahan.
Dalam Alkitab tertulis " HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT..." letak persis ayatnya saya lupa Very Happy mungkin terdapat di Injil Amsal ayat .....

"Hidup ini terlalu sering , bahkan terlalu banyak hal yang berjalan salah.... "demikian ucap Phill Collin seperti yang dapat anda baca di koran Jawa post.

Stress dalam kehidupan ini sebaiknya dikurangi dengan istirahat yang cukup , pergi bertamasya , dan melakukan resfreshing apapun yang dapat menyegarkan jiwa kita kembali. Olah raga dibuktikan dalam ilmu kedokteran dapat me-reduksi stress , sebab stress itu sendiri telah dibuktikan adanya suatu zat hormonal yang diproduksi tubuh saat keadaan jiwa disebut stress (tertekan) .

tulalit

MENEMBUS BATAS
Moderator

Moderator

Sejak: 27 Feb 2007
Lokasi: HELL
Post: 451

Post#91571 Dikirim: Sun Aug 14, 2011 12:41 am Balas dengan kutipan

Tuhanb lebih berkenan mengubah hati kita daripada keadaan kita,karena dari hatilah semuanya bermula...
Mulai bekerja dengan doa dan ucapan syuukur akan jauh lebih membuat kita semakin tenang dan jernih dalam mengambil tindakan..gutluck,,, Wink

an_izbli

Pembaca

Pembaca

Sejak: 13 Aug 2011

Post: 1

Tampilan pesan sebelumnya :   


Related topics



Contact - Links - Quote - Jam Dunia 
Copyright © 2006 - 2010 | IndoFX-Traders. All Rights Reserved | Hosted by amazehosting™ | Powered by phpBB