Dexter dan tikus tanah
Siang itu adalah siang yang panas di London.
"Huft......" Desah Dexter ringan, sembari masih duduk didalam ruangannya sendiri yang ber ac dan sudah diset sampai suhu terendah.
'masih panas juga..... mungkin ada enaknya kalau aku keluar sebentar sambil jalan jalan....' gumam Dexter.
Tak dapat dipungkiri, pekerjaannya sebagai seorang pengacara, yang mengurus hampir berbagai hal, dari mulai urusan tanah warisan, sampai urusan pernikahan yang harus berakhir dimeja hijau, macam miliknya PH, artis fenomenal dan sensasional, menguras dan menuntutnya untuk menguras segala isi otaknya, karna harus berhadapan dengan hampir seluruh pengacara dihampir seluruh belahan dunia, mulai dari lokal Inggris, sampai R#### S#######, pengacara dari Indonesia, sewaktu menangani kasus perceraian atlit bola dengan artis Indonesia yang cukup fenomenal.
Baru saja hendak dia melangkahkan kakinya, telepon kantornya berbunyi. Dia tekan tombol loudspeaker, maklumlah, kantor juga agak sepi, karna sudah mendekati jam makan siang.
"halo...??" tanyanya.
"halo pak Dexter, urusan gugatan cerai saya kepada suami saya bagaimana? sudahkah anda urus?" wah.... rupanya ibu Monica, yang hendak menceraikan suaminya pak Henry Hemmington. Sial! katanya dalam hati.
"em.... belum ibu..... sebentar akan saya uruskan, karna kebetulan saya juga lagi ada urusan di rumah nomer 3, Allyson Ave, yang sudah lama ditinggalkan pemiliknya dan pemiliknya meminta saya untuk hadir saat ini juga, karna sang istri dari suami pemiliknya yang sah, terkena TBC dan sebentar lagi akan meninggal, makanya mereka sibuk menelpon pengacara dan meminta tanda tangan. kebetulan pengacara tuan Anthony Enroll, salah satu anaknya, adalah saya. Tapi tenang, setelah pulang dari pemakaman, pasti saya urus." jawabnya.
"oke, saya tunggu setelah pemakaman..." lalu teleponnya pun terputus. fiuh..... desah Dexter lega.
'AH! ini klien2....! tak bisa lihat orang santai barang 3 menit saja kah????' keluh Dexter.
Dia berbohong soal rumah itu. Semuanya sudah ia selesaikan kemarin hari.
Itulah Dexter. Dia adalah seorang Christian, dari kecil sudah dididik agama ketat oleh ibunya, bahkan pantatnya dipukul jikalau dia ketahuan membolos Gereja, barang 1x hari Minggu dalam 1 tahun saja. Namun, semenjak ibunya meninggal, Dexter berubah. dia tak lagi setaat dulu. Ditambah dengan tuntutan profesinya sebagai seorang pengacara, yang mana, kasusnya datang dan pergi begitu saja bak pencuri, tanpa kenal waktu, bahkan week-end. Ingin hati menolak, namun dia teringat janjinya kepada mantan kekasihnya, untuk menjadi orang yang bertanggung jawab dan penuh dedikasi terhadap pekerjaannya, sehingga selalu diurungkan niatnya itu.
'AH! masa bodoh! aku masih punya sekitar 2 jam, ditambah dengan istirahat jam makan siang 15 menit, jadi masih ada 2jam 15 menit. waktu yang cukup lama untuk jalan jalan!' gumamnya dalam hati.
Memang, penanda tanganan, dst, yang dia alami kemarin itu, memerlukan waktu sekitar 2-2.5jam.
Sedang asyiknya Dexter berjalan jalan, dia dikejutkan oleh seekor tikus tanah kecil yang merayap dijalan raya London yang terkenal ramai, sadis, dan tanpa ampun itu. Jikalau ada seekor ayam menyeberang, pasti akan berakhir seperti yang di penggorengan KFC atau MC D's. Apalagi ini jam makan siang.
'AH! pasti mati! Masa bodoh dengan dia!' gumamnya.
Namun ternyata tidak. Mukjizat terjadi didepan matanya! Tikus itu sampai keseberang dengan selamat!
Akhirnya Dexter dapat ide.
Setelah 2 jam dia lewati tuk bermain golf dipenyewaan golf terdekat, dia selesaikan makan siangnya dikantin kantornya, dia pulang keruangannyanya, dia angkat gagang telepon, lalu dia dial nomer ibu Monica.
"Ibu, saya kesana sekarang bisa?" celotehnya di telepon.
"bisa. kalau anda sudah ada waktu..." jawab ibu Monica.
"ooo... Sudah bu'... ya sudah, saya kesana sekarang ya bu'...." jawabnya.
Sesampainya disana....
"Saya disini mewakili pihak yang menggugat, ibu Monica. Sebelumnya, bolehkah saya ajukan beberapa pertanyaan kepada anda sendiri, ibu monica?" kata Dexter dengan lantang dimeja jury.
Ibu Monica agak sedikit kaget, tapi ia mengangguk ringan sambil menjawab "ya"
"Ibu Monica, apakah anda yakin, anda ingin menceraikan suami anda, bapak henry?" Tanya Dexter.
Lalu ibu Monica menyeret Dexter keluart dari meja jury, dan membawanya keruangan yang sepi.
Diruang itu....
"Pertanyaan macam apa itu, tuan Dexter?! Apakah anda merasa saya tak dapat membayar anda? berapapun yang anda minta, pasti saya sanggupi! tak usah khawatir!" ibu Monica terlihat marah.
"maaf, ibu, bisa kita keluar dari sini? saya takut ada yang mengira kita melakukan sebuah konspirasi konspirasi tertentu, yang mungkin akan menjatuhkan nama baik saya dan anda." jawab Dexter tenang.
"....." Ibu Monica terdiam sejenak.
"baik! tapi kalau anda bertanya yang macam macam lagi, kontrak anda saya putuskan secara sepihak!" ancam ibu Monica.
Sesampainya diruang sidang....
"ibu Monica, saya tanya sekali lagi, apakah anda, benar benar akan menceraikan suami sah anda, tuan Henry Hemmington?" Tegas Dexter.
"IYA!!!!" jawab ibu Monica. Kali ini dia benar benar marah dan mukanya mirip kepiting rebus....
"maaf, tenangkan diri anda dulu, ibu Monica, saya ingin menceritakan sebuah cerita, pengalaman pribadi saya...." lalu Dexter bercerita tentang bagaimana dia bertemu "teman kecil" pengeratnya, dia cerita panjang lebar....
"Begitulah ibu. Seperti anda dan suami anda, tikus tanah adalah hewan yang memiliki mata yang kecil saja dan sangat tidak peka terhadap cahaya, bisa dibilang, buta, dia hanya mengandalkan sensor yang ada dikakinya tuk merasakan tanah. Tapi seandainya yang dia temui tadi itu, adalah jalan raya yang beraspal tebal? dia tak dapat menggali, tak dapat merasakan tanah.... Ibu, tikus tanah tadi itu, benar benar buta! buta arah, buta indra.... dia hanya jalan saja. Saya sempat yakin, tikus itu akan tergilas truk truk gandeng atau truk pengantar makanan cepat saji atau apa.... Tapi apa? Tuhan menolongnya bu! dan disini, hari ini, saya bertanya sebuah pertanyaan sampai yang kedua kalinya, meskipun anda sudah mengancam saya tadi, diruangan itu, adalah karena saya tak ingin, pernikahan yang sudah anda bina selama tahunan ini, berakhir sia sia...... Menemukan pasangan hidup yang tepat, itu tak semudah menggeser pion pion diatas papan catur! lihat, disini tertera "1996"! sudah selama ini, dan sekarang semuanya terancam bubar?
Kenapa saya bilang tikus tanah tadi seperti anda dan suami anda, adalah, karna kita, manusia biasa, jugalah seperti itu bu! Kita ini buta! Kita tak akan pernah tahu, masalah masalah apa yang ada dihadapan kita. Kita hanya bisa meraba raba, tetapi, seandainya kita diletakkan dipermukaan jalan yang beraspal, apakah kita masih dapat meraba raba? sama juga ibu! Rumah tangga itu, kata orang, ibarat orang yang sedang mengarungi samudera dengan bahtera besar. kita tak tahu, kapan badai itu datang; Tapi satuhal yang seharusnya kita tahu, dan kita laksanakan, kita haruslah siap ketika badai itu datang. Kita harus tegakkan layar, siap pada roda kemudi, dll. Dan ketika kita sudah, Tuhan pastilah tolong, barang perkara kecil kecil, seperti mungkin, menyingkirkan mobil mobil yang tadinya akan menggilas si tikus, atau menyelamatkan bahtera dengan cara menyingkirkan awan awan hitam...!" jawab Dexter lantang.
Penonton yang mendengar ceramah Dexter terharu, lalu memeluk pasangannya masing masing.
Memang begitulah seharusnya, hidup berumah tangga, kan, Dexter?
Entahlah.... Tapi Dexter meninggalkan ruangan itu, lalu dia menatap langit, dan dia tersenyum....
Itu adalah senyum termanis yang pernah disunggingkan Dexter, seumur umur hidupnya.
Sesampainya dirumah, hp Dexter berbunyi, ternyata itu adalah sms dari ibu Monica.
Dia berkata, "tuan Dexter, saya tak salah menyewa anda sebagai seorang pengacara saya! Saya puas sekali! Saya kagum dengan kinerja anda! kebanyakkan pengacara didunia ini, hanya melakukan 'a' ketika disuruh 'a' atau 'b' ketika disuruh 'b'. Tapi anda..... Anda bisa menyediakan solusi yang buat saya, adalah solusi terbaik! Kini saya dan suami makin langgeng.... Suart gugatan cerainya sudah saya robek robek dan saya buang tempat sampah! Kita bisa temukan jalan tengahnya! Mulai sekarang, saya takkan memasakkan sup ayam lagi! saya berjanji kepada diri saya sendiri, demi keutuhan rumah tangga kami...! Selamat sore!
(P.S: uangnya sudah saya transfer, saya berikan 3000EUR, yang 2000, adalah bentuk rasa terimakasih dari kami sekeluarga.)
Ha??? Jadi rumah tangga yang semula baik baik saja, terancam bubar hanya karna sup ayam??????????
-The End-
zicoe1985

Moderator
![]()
Sejak: 02 Apr 2008
Lokasi: www.mafiaforex.com
Post: 214
Related topics
Contact - Links - Quote - Jam Dunia
Copyright © 2006 - 2010 | IndoFX-Traders. All Rights Reserved | Hosted by amazehosting™ | Powered by phpBB